Bulan: April 2015

Minimnya Tayangan untuk Anak-anak Sekarang

Dulu, di era 90 sampai awal 2000-an, anak-anak yang hidup di era tersebut, termasuk aku, dimanjakan dengan berbagai tayangan untuk anak-anak oleh hampir semua stasiun TV nasional. Terutama banyak film kartun yang disajikan saat itu, seperti Dragon Ball, Sailor Moon, Saint Seiya, Let’s & Go, Hunter X Hunter, dan masih banyak lagi. Belum lagi, OST (Original Soundtrack) setiap film kartun di-alih suara-kan ke dalam bahasa Indonesia. Berarti, Alhamdulillah, beruntungnya aku hidup dalam masa anak-anak yang benar anak-anak banget. Sampai-sampai, aku hafal OST-nya. Hehehe.. 😀

Sekarang, mari kita tengok anak-anak sekarang. Mereka mengenal acara-acara yang tidak sesuai umurnya, salah satunya makhluk blasteran antara manusia dan hewan, seperti GGS dan 7 Manusia Harimau. Mereka pun juga hafal OST-nya. Bahkan, sebagian dari mereka mengenakan kaos yang bergambar aktor maupun aktris dari film tersebut. Ya, kalian bisa melihat kondisi anak-anak sekarang akibat dari doktrin-doktrin yang meracuni mereka.

Itu semua tidak terlepas dari peran pemilik stasiun TV swasta nasional yang kebanyakan mengutamakan rating dan income yang diperoleh daripada mementingkan kualitas dan kesesuaian program yang ditayangkan tanpa berpikir efek negatif yang diperoleh pemirsa setelah menonton acara-acara yang ditayangkan.

Hampir semua stasiun TV swasta nasional tidak memberikan acara-acara khusus untuk anak-anak karena dianggap tidak laku dari segi bisnis dan mendatangkan rating yang rendah. Akibatnya, anak-anak sekarang menonton acara yang ada sekarang ini dan mengambil nilai-nilai yang tidak sesuai dengan umur mereka.

Karena saat ini kebanyakan pemilik stasiun TV swasta nasional belum berkenan secara total memberikan jadwal khusus yang tepat kepada anak-anak, solusi yang saya tawarkan adalah men-download acara anak-anak yang layak dari internet, kemudian putarkan acara tersebut kepada mereka. Gampang kan? 😀

Untuk itu, ayo selamatkan generasi anak-anak kita dengan tayangan yang sesuai, layak, dan positif ! 🙂

Update Stasiun TV di Kediri Raya – April 2015

Alhamdulillah, saya bisa kembali ke rumah asalku, Kediri. Banyak sih alasanku rindu dan kembali ke kotaku ini, salah satunya ingin tahu perkembangan stasiun TV di Kediri. Tapi, sebelum ke intinya, ada masalah penting yang harus saya share di sini.

Sebulan lalu, kita dihebohkan oleh terkabulnya gugatan ATVJI (Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia) terhadap Peraturan Menkominfo Nomor 22 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan TV digital oleh PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jakarta. Akar permasalahan dari kasus tersebut adalah kepemilikan frekuensi TV digital oleh sebagian besar pemilik stasiun TV swasta nasional yang besar saat ini. Mereka yang memenangkan tender kepemilikan frekuensi TV digital bisa saja menyewakan MUX-nya (baca: slot-nya) untuk disewakan kepada stasiun TV jaringan (baca: stasiun TV lokal) dengan harga semaunya, bisa murah, bisa mahal. Kalau harga yang ditawarkan mahal, jelas merugikan stasiun TV lokal. Oleh karena itulah, ATVJI menggugat peraturan Kemkominfo tersebut.

Efeknya, ASO (analog switch off) untuk Pulau Jawa yang ditargetkan pada bulan Juni 2015 FIX GAGAL TOTAL. Selain itu, Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara tetangga kita, seperti Singapura dan Malaysia yang sudah lebih dulu melakukan ASO.

Sekarang semua frekuensi TV digital di Kediri OFF-AIR. Hanya menyisakan satu saja, yaitu METRO TV. Inilah daftar stasiun TV yang aktif di Kediri Raya yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.

NoFrekuensiStatusNama Stasiun TV
121 UHFAnalogKSTV (Kilisuci TV) Kediri
223 UHFAnalogDhoho TV Kediri
325 UHFAnalogGlobal TV
427 UHFAnalogNET.
529 UHFAnalogjtv Surabaya / jtv Kediri
631 UHFAnalogSIGI TV Tulungagung
733 UHFAnalogMADU TV Tulungagung
835 UHFAnalogMETRO TV
937 UHFAnalogRajawali TV Blitar
1039 UHFDigitalMETRO TV 1
BBS TV
METRO TV 2
METRO TV 3
1141 UHFAnalogTRANS TV
1243 UHFAnalogBBS Kediri
1345 UHFAnalogTRANS 7
1447 UHFAnalogtvOne
1549 UHFAnalogDHAMMA TV Kediri
1651 UHFAnalogINDOSIAR
1753 UHFAnalogSCTV
1855 UHFAnalogantv
1957 UHFAnalogRCTI
2059 UHFAnalogMNC TV
2161 UHFAnalogTVRI Nasional / TVRI Jawa Timur

NB :

  • Rajawali TV Blitar berbeda dengan rtv/Rajawali Televisi. Konten siarannya pun juga berbeda.
  • Channel 33 UHF awalnya diisi siaran digital dari EMTEK (Elang Mahkota Teknologi), yang merupakan induk dari INDOSIAR, SCTV, dan O CHANNEL. Karena peraturan TV digital dibatalkan, sekarang diisi oleh MADU TV Tulungagung.
  • Channel 49 UHF awalnya diisi siaran digital dari Trans Media. Karena peraturan TV digital dibatalkan, sekarang diisi oleh DHAMMA TV.

Nyoba Posting via Android

Hmm. Bingung mau nulis apaan.

Ini adalah postingan pertamaku via aplikasi WordPress di gadget Android-ku. (Aku nyebutnya gadget biar naik level dikit lah)

Si WordPress sekarang makin memudahkanku untuk posting tanpa buka komputer atau laptop. Cukup dengan gadget, posting makin mudah, sedekat ujung jari.

Jadi, kalau aku punya ide segar, langsung ambil gadget, buka WordPress, tulis deh sebanyak-banyaknya. Mudah kan? Biar gak keburu lupa.

OK. Bagi yang mau aplikasinya, download sesuai gadget-mu via Google Play, BlackBerry App Store, atau Apple Store.

🙂 🙂 🙂

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén