Bulan: April 2016

Update Stasiun TV Analog di Kediri Raya – April 2016

Perkembangan stasiun TV analog di Kediri Raya nampaknya biasa saja, tidak ada stasiun TV baru yang mengudara. Hanya ada beberapa hal yang berubah, seperti perubahan nama stasiun TV BBS Kediri ke biostv Kediri yang saya katakan masih dalam tahap persiapan. Kedua logo stasiun TV tersebut dipasang bersamaan, tepatnya logo BBS Kediri dipasang di pojok kiri atas, sedangkan logo biostv Kediri dipasang di pojok kanan atas. Selain itu, ada minor change (perubahan kecil) pada logo on-air kstv yang sebelumnya huruf S bermotif berubah menjadi huruf S bentuk biasa mengikuti jenis font pada huruf yang lain.

Sekarang, Dhamma TV Kediri yang merupakan stasiun TV cabang dari Dhamma TV Malang tidak mengudara lagi. Stasiun TV ini biasanya gonta-ganti frekuensi, entah memang dia belum dapat izin resmi atau tidak. TVRI Jawa Timur pun ikutan hilang tak terdeteksi, entah saya juga tidak tahu sebabnya apa.

Hal yang aneh dan bikin penasaran pun terjadi. Global TV pindah frekuensi ke frekuensi bilangan genap. Hal ini tidak lazim mengingat pada umumnya stasiun TV analog di Kediri Raya menempati frekuensi bilangan ganjil. Saya pun jadi berpikir apa yang ada di pikiran Balmon sampai menyuruh Global TV pindah ke frekuensi bilangan genap. Padahal, teman-teman dari Tulungagung bisa saja mendapati Global TV yang bertabrakan dengan TV9 Surabaya yang juga menempati frekuensi yang sama.

OK, dari yang saya dapat minggu lalu, inilah daftar stasiun TV analog di Kediri Raya pada bulan April 2016.

NoFrekuensiNama Stasiun TV
123 UHFDhoho TV Kediri
225 UHFKSTV (Kilisuci TV) Kediri
327 UHFNET.
429 UHFjtv Surabaya / jtv Kediri
531 UHFSIGI TV Tulungagung
633 UHFMADU TV Tulungagung
735 UHFMETRO TV
837 UHFRAJAWALI TV Blitar
941 UHFTRANS TV
1042 UHFGlobal TV
1143 UHFBBS/biostv Kediri
1245 UHFTRANS 7
1347 UHFtvOne
1451 UHFINDOSIAR
1553 UHFSCTV
1655 UHFantv
1757 UHFRCTI
1859 UHFMNC TV

Update TV Digital di Kediri Raya – April 2016

Alhamdulillah, sekitar pertengahan bulan April 2016, aku bisa berada di kampung halamanku, Kota Kediri. Pasti kangen dong, soalnya di perantauan ramenya minta ampun. Apalagi banyak kerumunan manusia mondar-mandir entah apa yang mereka lakukan aku tidak peduli. Makanya, aku cepat-cepat ke rumahku hanya untuk menikmati suasana kotaku yang sampe sekarang masih seperti yang dulu meskipun banyak pusat perbelanjaan berdiri di sana. Tanpa ada rasa emosi yang hinggap di sekitarnya. Dan yang aku suka, hawanya masih terjaga walaupun sekarang sedikit panas. Eh, kenapa kok jadi curhat gini ya? 😀

Selama di rumah, aku memanaskan STB TV Digital ku yang sudah lama tak terpakai karena efek dari cabutnya payung hukum tv digital. Ugh, jengkel rasanya. Udah enak-enak nonton TV digital malah dicabut payung hukumnya. Padahal mau tidak mau sebuah negara harus menyesuaikan perkembangan teknologi. Kalau tidak, ya malu dong negara kita makin ketinggalan.

Setelah scanning stasiun TV mana yang bertahan di frekuensi digital. Lah da lah, gak ada satupun stasiun TV yang nyantol sama sekali. Tambah jengkel lagi kan? Praktis, STB ku nganggur. Lama-lama mau kujual nih STB. Lama banget nunggu 2 tahun agar TV digital benar-benar berjalan. Itupun kalau pemerintah serius dalam 2 tahun TV digital bisa berjalan.

Kesimpulannya, siaran TV digital di Kediri Raya NO SIGNAL pada bulan April 2016. 🙁

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén