Update Stasiun TV di Kediri Raya – April 2015

Alhamdulillah, saya bisa kembali ke rumah asalku, Kediri. Banyak sih alasanku rindu dan kembali ke kotaku ini, salah satunya ingin tahu perkembangan stasiun TV di Kediri. Tapi, sebelum ke intinya, ada masalah penting yang harus saya share di sini.

Sebulan lalu, kita dihebohkan oleh terkabulnya gugatan ATVJI (Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia) terhadap Peraturan Menkominfo Nomor 22 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan TV digital oleh PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jakarta. Akar permasalahan dari kasus tersebut adalah kepemilikan frekuensi TV digital oleh sebagian besar pemilik stasiun TV swasta nasional yang besar saat ini. Mereka yang memenangkan tender kepemilikan frekuensi TV digital bisa saja menyewakan MUX-nya (baca: slot-nya) untuk disewakan kepada stasiun TV jaringan (baca: stasiun TV lokal) dengan harga semaunya, bisa murah, bisa mahal. Kalau harga yang ditawarkan mahal, jelas merugikan stasiun TV lokal. Oleh karena itulah, ATVJI menggugat peraturan Kemkominfo tersebut.

Efeknya, ASO (analog switch off) untuk Pulau Jawa yang ditargetkan pada bulan Juni 2015 FIX GAGAL TOTAL. Selain itu, Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara tetangga kita, seperti Singapura dan Malaysia yang sudah lebih dulu melakukan ASO.

Sekarang semua frekuensi TV digital di Kediri OFF-AIR. Hanya menyisakan satu saja, yaitu METRO TV. Inilah daftar stasiun TV yang aktif di Kediri Raya yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.

NoFrekuensiStatusNama Stasiun TV
121 UHFAnalogKSTV (Kilisuci TV) Kediri
223 UHFAnalogDhoho TV Kediri
325 UHFAnalogGlobal TV
427 UHFAnalogNET.
529 UHFAnalogjtv Surabaya / jtv Kediri
631 UHFAnalogSIGI TV Tulungagung
733 UHFAnalogMADU TV Tulungagung
835 UHFAnalogMETRO TV
937 UHFAnalogRajawali TV Blitar
1039 UHFDigitalMETRO TV 1
BBS TV
METRO TV 2
METRO TV 3
1141 UHFAnalogTRANS TV
1243 UHFAnalogBBS Kediri
1345 UHFAnalogTRANS 7
1447 UHFAnalogtvOne
1549 UHFAnalogDHAMMA TV Kediri
1651 UHFAnalogINDOSIAR
1753 UHFAnalogSCTV
1855 UHFAnalogantv
1957 UHFAnalogRCTI
2059 UHFAnalogMNC TV
2161 UHFAnalogTVRI Nasional / TVRI Jawa Timur

NB :

  • Rajawali TV Blitar berbeda dengan rtv/Rajawali Televisi. Konten siarannya pun juga berbeda.
  • Channel 33 UHF awalnya diisi siaran digital dari EMTEK (Elang Mahkota Teknologi), yang merupakan induk dari INDOSIAR, SCTV, dan O CHANNEL. Karena peraturan TV digital dibatalkan, sekarang diisi oleh MADU TV Tulungagung.
  • Channel 49 UHF awalnya diisi siaran digital dari Trans Media. Karena peraturan TV digital dibatalkan, sekarang diisi oleh DHAMMA TV.

You May Also Like

About the Author: Jimly

8 Comments

    1. Sejak CNN Indonesia mengudara, MUX Transmedia nyala di beberapa kota di Jawa. Kemarin pas Idul Adha, saya auto scan lagi stb saya dan MUX Transmedia kembali nyala dan membawa siaran CNN Indonesia yang gambarnya sudah Full HD 1080i.

  1. Kenapa jika Aturan TV Digital dibatalkan Maret lalu kanal 37 dan 49 yang sebelumnya untuk transisi tv digital kok dipakai untuk TV Analog? Saya menghimbau bahwa kanal 49 tidak boleh dipakai untuk kanal transisi ke TV Digital sesuai PERMENKOMINFO No. 23 tahun 2011. Saya minta agar Pemerintah melalui MENKOMINFO bisa menata ulang kembali frekuensi di Kediri agar transisi ke TV Digital bisa berjalan dengan baik dan lancar.

    1. Ini semua karena ketika lelang frekuensi untuk siaran digital semasa Tiffatul Sembiring menjabat sebagai Kemkominfo, beliau (mungkin) tidak menginstruksikan DPR untuk mengubah ulang UU Penyiaran, malah bikin undang-undang sendiri.
      Saya setuju jika pengelolaan frekuensi digital diserahkan semuanya pada TVRI karena jika dilelang maka akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *